www.surarafakta.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
 
Diskusi Publik Ketahanan Pangan Nasional, Ketum APPI: Ketidak Stabilan Harga Momok Bagi Petani
Minggu, 04-04-2021 - 09:01:47 WIB

TERKAIT:
 
  • Diskusi Publik Ketahanan Pangan Nasional, Ketum APPI: Ketidak Stabilan Harga Momok Bagi Petani
  •  

    Suarafakta.com, Pekanbaru - Kendala yang menjadi masalah besar terhadap petani khusunya di Riau terjadinya inkonsistensi harga

    Demikian dikatakan Ketua umum Aliansi Pewarta Pertanian Indonesia (APPI) saat menjawab pertanyaan dari wartawan senior Riau, Drs. Wahyudi El Panggabean saat menjadi moderator Diskusi Publik Ketahanan Pangan Nasional di pusdiklat APPI jalan Uka Desa Rimbo Panjang Kabupaten Kampar, Sabtu (03/4/21).

    Ketum APPI itu mengatakan pengalaman yang pernah dialami Pusdiklat APPI  saat melakukan ujicoba penanaman kooditi cabai mengalami kerugian karena ketidak stabilan harga.

    “Pada saat panen cabe, harga anjlok, akhirnya biaya yang dikeluarkan tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan, "ungkapnya.

    Begitu juga pada komoditas singkong, ujar Alex, pada saat dua tahun lalu pemerintah menggalakkan penanaman pokok singkong dan pada saat itu harganya sangat menggiurkan mencapai 1.200 rupiah perkilogram, "katanya.

    Namun sekarang pada saat penen raya, harga singkong anjlok hingga menembus angka 500 rupiah perkilogramnya. “dan ini selalu mejadi momok oleh petani, "ujar ketum APPI itu.

    Menyikapi permasalahan petani yang diungkapkan oleh ketum APPI,  Dr., Emrus Sihombing yang pernah menjabat juru bicara Undang-Undang Cipta Kerja itu mengatakan Kementrian Perdagangan memiliki tanggung jawab menjaga kestabilan harga.

    “Tidak boleh pemerintah lepas tangan, dan pemerintah harus hadir”. kata Emrus. Ketika masyarakat menghasilkan produksi yang melimpah, tidak ada alasan, bahwa itu tidak terpasarkan, "ungkapnya.
    Dengan demikian, Emrus berpendapat, ada empat instansi yang bertanggung jawab dalam meningkatkan ketahanan pangan. Diantaranya Kementrian Pertanian, Kementrian Kehutanan, Kementrian Koperasi dan disuport oleh Kementrian Perdagangan dalam hal pemasaran dan menjaga kestabilan harga, "kata Alumni IPB itu.

    Mantan Jubir Undang-undang Ciptakerja itu menegaskan kementrian terkait harus berperan aktif membantu masyarakat, terutama menjaga kestabilan harga. Ia mengatakan kementrian harus jeli dalam mengelola distribusi produk pertanian.

    “Di daerah mana, produknya yang harus dipasarkan, dan ke daerah mana produk tersebut harus harus dipasarkan, "pungkas Emrus.(Red)




     
    Berita Lainnya :
  • Diskusi Publik Ketahanan Pangan Nasional, Ketum APPI: Ketidak Stabilan Harga Momok Bagi Petani
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Kaperwil Suarafakta.com dan NGO – BIDIK Ri Ramah Tama Bersama Kodim 0304 / Agam
    2 Dituntut 4 Tahun Penjara Melakukan Pembakaran Lahan, Kuasa Hukum Syafrudin Bacakan Pledoi
    3 Miriss !! Sudah 75 Tahun Indonesia Merdeka, SDN 38 Palembayan Masih Kekurangan Lokal Dan Rusak Berat
    4 Sandi Octa Petani Milenial Beromzet Rp 500 Juta
    5 Pelantikan Sekwil,Korwil FPII Se Riau,Presedium Paparkan Penderitaan Pers, Hingga Lahir FPII
    6 Menhan Prabowo Siap Turun Tangan Menangkan Hati Warga Papua
    7 Sekolah Dilarang Menahan Ijazah Siswa yang Belum Lunasi Iuran
    8 Penyemprotan Desinfektan Upaya Pemutusan Rantai Penyebaran Covid-19
    9 Informasi Pekanbaru Lockdown 7 April Tidak Benar
    10 Panglima TNI Pimpin Upacara Pemakaman Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016-2020 PT. BINTANG GRAFIKA PERS, All Rights Reserved