www.surarafakta.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
 
IKM Pandai Besi Di Riau Belum Bisa Cukupi Kebutuhan Enggrek Dan Dodos Sawit Di Riau
Jumat, 10-05-2019 - 10:47:52 WIB
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Riau, Asrizal mendampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih memperhatikan proses produksi pembuatan bolu Kemo
TERKAIT:
 
  • IKM Pandai Besi Di Riau Belum Bisa Cukupi Kebutuhan Enggrek Dan Dodos Sawit Di Riau
  •  

    Suarafakta.com, Kampar  - Kebutuhan enggrek dan dodos sawit masih menjadi peluang besar yang belum tergarap maksimal. Riau memiliki luas lahan sawit lebih dari 2,4 juta hektare. Namun sayang Industri Kecil Menengah (IKM) di Riau belum bisa ambil bagian untuk mencukupi kebutuhan dodos dan enggrek.

    Salah satu penyebabnya adalah belum adanya standar yang dikeluarkan oleh IKM pandai besi di Riau. Sebab mereka masih menggunakan cara-cara dan alat tradisional.

    "Perusahaan sawit besar di Riau banyak, tapi mereka tidak mau menggunakan enggrek dan dodos yang tidak punya SNI," kata Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Riau, Asrizal, Rabu (8/5/19).

    "Pasokan enggrek dan dodos di Riau masih diimpor dari luar negeri. Sebagian besar di impor dari China," imbuhnya.

    Menurut Asrizal, di Riau setidak ada 78 IKM pandai besi yang memproduksi enggrek dan dodos sawit. Namun IKM tersebut masih menggunakan alat tradisional dalam memproduksi enggrek dan dodos. Selain itu, produk yang dihasilkan juga belum memiliki SNI.

    "Dalam pemasaran mereka juga masih tradisional. Belum bisa masuk ke pasar tradisional dan e-commerce," ujarnya.

    Agar produk-produk IKM ini bisa bersaing dan memiliki SNI, pihaknya akan melakukan pembinaan dan pelatihan kepada pandai besi. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan ke Kementerian Perindustrian untuk meminta peralatan untuk IKM pandai besi.

    "Pembinaan kita lakukan secara bertahap. Untuk tahap awal ini sudah 30 IKM yang kita lakukan pembinaan," katanya.

    Pihaknya berharap, kedepan SDM pandai besi dalam memproduksi enggrek dan dodos bisa bersaing di pasar global. Sehingga saat ada bantuan alat para pandai besi sudah siap untuk mengooperasikan. Sebab dengan menggunakan alat modern, jumlah produksi enggrek dan dodos bisa berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan menggunakan alat tradisional.

    "Kalau yang manual dalam sehari itu paling bisa memproduksi 9 sampai 12 unit, tapi dengan teknologi bisa 10 kali dari yang manual," pungkasnya. (***)



     
    Berita Lainnya :
  • IKM Pandai Besi Di Riau Belum Bisa Cukupi Kebutuhan Enggrek Dan Dodos Sawit Di Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
    dan target=_blank>
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Ketahuan ! Dua Anggota Militer Amerika Menyusup di Upacara HUT TNI, Mata-mata?
    2 Kisah Sedih Wiwit Dikubur Bersama Gaun dan Perlengkapan Pre-wedding
    3 Dua Pengawal Presiden Jokowi Ditikam Orang Tak Dikenal di Gambir
    4 Tragis Ibu Muda Ini Bawa Jasad Bayinya Usai Diperkosa di Angkutan oleh Tiga Pria
    5 Geger Tabungan Siswi SMP Rp 42 Juta, Sekolah Hanya Akui Rp 135 Ribu
    6 Seleb
    Bangkrut Hingga Harus Jualan Bubur, Norman Kamaru Kini Ketiban Rezeki Nomplok
    7 Selingkuh di Hotel, Personil Polres Kuansing Digerebek Propam Polda Riau
    8 Remaja 16 Tahun Nikahi Nenek 71 Tahun, Begini Malam Pertamanya
    9 Heboh...!!! Siswi SMP Diperkosa 5 Temannya Di Dalam Kelas
    10 Begini Malam Pertama Pengantin Remaja 16 Tahun dengan Nenek 71, Gubernur Alex Pun Berkomentar
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016 PT. BINTANG GRAFIKA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica