www.surarafakta.com
Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
 
Panglima TNI : Operasi TNI Tidak Hanya Mengandalkan Metode Peperangan Konvensional
Kamis, 07-11-2019 - 23:08:22 WIB

TERKAIT:
 
  • Panglima TNI : Operasi TNI Tidak Hanya Mengandalkan Metode Peperangan Konvensional
  •  

    Suarafakta.com, Bandung - Konsep operasi masa kini yang sedang dikembangkan adalah operasi multi dimensi, yang berbasis teknologi Network Centric Warfare.  Operasi TNI tidak hanya mengandalkan metode peperangan konvensional semata, tetapi pada saat yang sama dibarengi dengan pelibatan Siber TNI, Puspen TNI, Intelijen, Teritorial, Satgas Dukungan, dan upaya diplomasi.

    Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan 566 Perwira Siswa Seskoad, Seskoal dan Seskoau tahun 2019, bertempat di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Jl. Gatot Subroto No. 96 Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/11/2019).

    Panglima TNI mengatakan bahwa Network Centric Warfare adalah metode peperangan yang berbasis pada konektivitas jaringan komunikasi dan data secara real time dari markas ke unit-unit tempur dan sebaliknya, untuk mempercepat proses pengambilan keputusan komando, didasarkan pada data-data dan informasi terkini.

    “Oleh karenanya dibutuhkan dukungan teknologi tinggi untuk memiliki kemampuan Network Centric Warfare, salah satunya adalah melalui program Interoperability Kodal yang sudah diajukan ke Kemhan melalui mekanisme pengadaan alutsista luar negeri,” ujarnya.

    Panglima TNI menegaskan bahwa dalam konteks kekinian, Puspen TNI tidak lagi hanya sebagai institusi penerangan masyarakat tetapi sudah harus berubah menjadi media warrior yang melaksanakan media warfare untuk memenangkan opini publik. Demikian juga dengan Siber TNI, Psikologi TNI, dan Koopssus TNI yang melaksanakan operasi-operasi khusus.  “Upaya mencapai keberhasilan operasi TNI harus dicapai melalui segala lini, dan dilaksanakan secara terintegrasi, dengan tujuan akhir adalah untuk keberhasilan pelaksanaan tugas pokok,” terangnya.

    Panglima TNI juga menyampaikan bahwa spektrum ancaman yang sangat kompleks membutuhkan organisasi yang adaptif.  Organisasi yang tidak responsive atau tidak adaptif dengan tantangan dan ancaman yang baru akan tenggelam dan digilas perubahan. “Untuk menjadi organisasi yang adaptif, TNI membutuhkan perwira-perwira yang adaptif pula. Perwira yang tidak alergi dengan perubahan, mampu melihat trend, bersinergi, dan tidak berpikiran sempit,” tegasnya.

    Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, perlu ada perubahan mind set para perwira bahwa situasi saat ini sangat dinamis, cepat berubah dan membutuhkan respon tinggi. “Tidak ada lagi jamannya para komandan santai-santai dan berleha-leha di kursi komandan. Komandan harus turun ke lapangan, melihat fenomena dan trend perubahan ancaman, kondisi masyarakat, anak buah, dan berpikir antisipatif,” tuturnya.

    “Terlebih dengan dunia gadget dewasa ini. Jangan kemudian komandan hanya sibuk dengan gadgetnya, abai terhadap perkembangan anak buah. Pembinaan anggota tidak dapat dilepaskan dari tugas dan tanggung jawab setiap Dansat,” tambahnya.

    Diakhir pembekalannya, Panglima TNI mengingatkan bahwa pendidikan semacam Sesko TNI dan Sesko Angkatan harus dapat mencetak sumber daya manusia unggulan berupa perwira-perwira yang berkualitas.  “Pembinaan para personel tersebut harus berdasar pada merit system, the right man on the right place, serta memperhatikan kemampuan dan prestasi,” katanya.



     
    Berita Lainnya :
  • Panglima TNI : Operasi TNI Tidak Hanya Mengandalkan Metode Peperangan Konvensional
  •  
    Komentar Anda :

     
    dan target=_blank>
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Ketahuan ! Dua Anggota Militer Amerika Menyusup di Upacara HUT TNI, Mata-mata?
    2 Kisah Sedih Wiwit Dikubur Bersama Gaun dan Perlengkapan Pre-wedding
    3 Dua Pengawal Presiden Jokowi Ditikam Orang Tak Dikenal di Gambir
    4 Tragis Ibu Muda Ini Bawa Jasad Bayinya Usai Diperkosa di Angkutan oleh Tiga Pria
    5 Geger Tabungan Siswi SMP Rp 42 Juta, Sekolah Hanya Akui Rp 135 Ribu
    6 Seleb
    Bangkrut Hingga Harus Jualan Bubur, Norman Kamaru Kini Ketiban Rezeki Nomplok
    7 Selingkuh di Hotel, Personil Polres Kuansing Digerebek Propam Polda Riau
    8 Heboh...!!! Siswi SMP Diperkosa 5 Temannya Di Dalam Kelas
    9 Remaja 16 Tahun Nikahi Nenek 71 Tahun, Begini Malam Pertamanya
    10 Begini Malam Pertama Pengantin Remaja 16 Tahun dengan Nenek 71, Gubernur Alex Pun Berkomentar
     
    Galeri Foto - Advertorial - Pariwara
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2016 PT. BINTANG GRAFIKA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica